Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan Menlu Inggris Yvette Cooper agar tidak memberikan bantuan apa pun dalam agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, pada Jumat (20/3/2026).
Dia juga memperingatkan bahwa dukungan itu akan memicu eskalasi lebih lanjut, kata Kementerian Luar Negeri Iran.
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Hal ini disampaikan raghchi saat melakukan pembicaraan via telepon dengan Cooper untuk membahas konflik yang sedang berlangsung menyusul serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran kala itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil itu.
Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang
Iran kemudian merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset militer AS di seluruh Timur Tengah.
Araghchi mengkritik Inggris karena mengizinkan AS mengakses pangkalan militernya, seraya menyebut langkah itu sama dengan partisipasi dalam agresi terhadap Iran.
Baca Juga : Dilema di Balik Sayap B-1 Lancer: Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan untuk Gempur Iran
Araghchi juga memperingatkan langkah Inggris itu akan meninggalkan bekas luka abadi pada hubungan antara Teheran dan London. Dia mendesak para pejabat Inggris untuk menghentikan semua kerja sama militer dan media dengan Washington dan Tel Aviv.
Baca Juga : Prediksi Awal Ramadan 2026: Muslim Inggris dan Afrika Selatan Bersiap Sambut Puasa 18 Februari
Menlu Iran tersebut mengatakan ketegangan saat ini di Selat Hormuz merupakan konsekuensi langsung dari tindakan bermusuhan AS dan Israel, serta menegaskan bahwa hanya penghentian serangan terhadap Iran yang dapat memulihkan kondisi normal di jalur perairan penting tersebut.
Araghchi juga menegaskan hak Iran untuk membela diri berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menuduh AS menggunakan pangkalan di negara-negara tetangga untuk menyerang wilayah Iran, serta mengecam serangan terbaru terhadap ladang gas South Pars di Iran.
Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen
Dia mengkritik Inggris dan sejumlah negara Eropa tertentu atas kegagalan yang "berat sebelah" dalam mengutuk pelanggaran hukum internasional.
Sementara itu, Cooper menyerukan penghentian pertempuran dan menyampaikan keprihatinan atas konsekuensi politik dan ekonomi dari konflik tersebut, baik di tingkat regional maupun global, termasuk meningkatnya ketidakstabilan di Selat Hormuz, ungkap pernyataan pihak Iran.
Sejauh ini belum ada pernyataan langsung dari Kementerian Luar Negeri Inggris.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
