Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Menlu Iran Ungkap Ada Upaya Mediasi Internasional untuk Akhiri Perang Melawan AS-Israel

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warga menghadiri pertemuan untuk menyatakan sumpah setia kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (Foto: Xinhua/Shadati)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, ada upaya mediasi yang dilakukan oleh beberapa negara untuk mengakhiri perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara pada Jumat (20/3/2026) dengan kantor berita Jepang Kyodo News yang dipublikasikan pada Sabtu (21/3/2026), seraya menyatakan keterbukaan Iran terhadap setiap inisiatif untuk tujuan tersebut.

Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian

Dia mengatakan, Iran tidak menginginkan gencatan senjata, "tetapi pengakhiran perang secara penuh, komprehensif, dan abadi," seraya mengingatkan bahwa perang tersebut telah "dipaksakan" terhadap Iran.

Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang

Dia mengatakan bahwa serangan tersebut dimulai ketika Teheran sedang melakukan negosiasi nuklir dengan AS, seraya menambahkan bahwa respons Iran terhadap serangan AS-Israel merupakan bentuk pembelaan diri dan akan terus berlanjut selama diperlukan.

Terkait Selat Hormuz, dia mengatakan bahwa Iran tidak menutup jalur perairan tersebut, namun telah memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal milik negara yang terlibat dalam serangan anti-Iran.

Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen ​

Araghchi mengatakan bahwa Iran siap menjamin jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal negara lain melalui Selat Hormuz jika mereka berkoordinasi dengan Teheran.

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, menewaskan pemimpin tertinggi Iran kala itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran kemudian merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.

(*/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi

Sumber: Xinhua