Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, ada upaya mediasi yang dilakukan oleh beberapa negara untuk mengakhiri perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara pada Jumat (20/3/2026) dengan kantor berita Jepang Kyodo News yang dipublikasikan pada Sabtu (21/3/2026), seraya menyatakan keterbukaan Iran terhadap setiap inisiatif untuk tujuan tersebut.
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Dia mengatakan, Iran tidak menginginkan gencatan senjata, "tetapi pengakhiran perang secara penuh, komprehensif, dan abadi," seraya mengingatkan bahwa perang tersebut telah "dipaksakan" terhadap Iran.
Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang
Dia mengatakan bahwa serangan tersebut dimulai ketika Teheran sedang melakukan negosiasi nuklir dengan AS, seraya menambahkan bahwa respons Iran terhadap serangan AS-Israel merupakan bentuk pembelaan diri dan akan terus berlanjut selama diperlukan.
Terkait Selat Hormuz, dia mengatakan bahwa Iran tidak menutup jalur perairan tersebut, namun telah memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal milik negara yang terlibat dalam serangan anti-Iran.
Baca Juga : Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$685,23 Juta, Dipicu Lonjakan Ekspor 46,29 Persen
Araghchi mengatakan bahwa Iran siap menjamin jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal negara lain melalui Selat Hormuz jika mereka berkoordinasi dengan Teheran.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, menewaskan pemimpin tertinggi Iran kala itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran kemudian merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.
(*/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi
Sumber: Xinhua
