Nusantaraterkini.co, PASAMAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjajaki kerjasama pangan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah ibukota melalui pasokan dari Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pasaman.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di bawah sambutan tokoh adat dan pemerintah daerah di Pasaman, Selasa (14/4/2026), Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno secara terbuka mengakui ketergantungan Jakarta terhadap daerah produsen. Dengan keterbatasan lahan pertanian yang ekstrem, Jakarta berencana memanfaatkan kekuatan fiskalnya untuk membangun kemitraan yang konkret dengan daerah yang kaya sumber daya alam seperti Pasaman.
Baca Juga : Merajut Kembali Silsilah di Bonjol, Rano Karno Perkuat Ikatan Lewat Tradisi Makan Bajamba
"Fiskal Jakarta itu sekitar Rp67 triliun. Kalau Jakarta bisa membantu daerah lain, insyaAllah kita bantu," kata Rano Karno.
Baca Juga : Harga BBM Non-Subsidi Kompak Naik Menjelang Lebaran
Ia menekankan bahwa Jakarta memiliki modal finansial yang besar, namun sangat membutuhkan pasokan komoditas pokok seperti beras yang selama ini harus didatangkan dari luar provinsi.
Sentimen emosional juga menjadi landasan kuat rencana kolaborasi ini.
Baca Juga : Pemkab Pasaman Sukses Pertahankan Opini WTP 13 Kali Berturut-turut
Rano menceritakan silsilah keluarganya yang berasal dari Bonjol, sebuah ikatan batin yang membuatnya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun Pasaman. Ketertarikannya pada fasilitas Planetarium di Pasaman bahkan membuatnya langsung memboyong tim ahli dari Jakarta untuk menjajaki pengembangan teknis lebih lanjut.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyambut rencana ini sebagai peluang emas untuk mengentaskan isolasi di beberapa wilayahnya. Ia berharap kehadiran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak berhenti pada kunjungan seremonial, melainkan menjadi katalisator pembangunan ekonomi bagi masyarakat lokal.
Baca Juga : Anggota DPR Desak Aparat dan TNI Tindak Tegas Cukong Tambang Emas Ilegal di Sumatera Barat
"Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus bergerak membangun daerah. Memang masih ada daerah di Pasaman yang terisolir, tapi kalau ada potensinya, kita bisa lakukan kerja sama untuk mengembangkannya," ujar Welly Suhery.
Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Bulog Sumsel Babel Optimalkan Penyaluran Beras SPHP
(Emn/Nusantaraterkini.co)
