Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengamat Sepak Bola Indonesia Sebut Hati-hati Psywar Jebakan Bahrain

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pemain Timnas Indonesia Malik Risaldi melewati pemain Bahrain saat laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang berakhir dengan skor 2-2 di Bahrain National Stadium, Riffa, Kamis (10/10/2024) malam. (Dokumentasi PSSI)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat sepak bola Gita Suwondo meminta permohonan perubahan venue yang dilayangkan Bahrain untuk menghadapi Indonesia tidak perlu ditanggapi berlebihan.

Menurut dia, ini adalah langkah "jebakan" dari Bahrain.

"Haknya Bahrain. Kita lihat aja AFC setuju atau tidak. Hak kita juga untuk bantah karena kita kan belum memperlihatkan kita tidak menerima kehadiran mereka dari sisi federasi,” ujarnya dilansir Kompas.com, Kamis (17/10/2024).

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun 2025 Anggota DPR, Pengamat : Legislatif Terkesan Acuh ke Rakyat

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Bahrain mengajukan permohonan kepada FIFA dan AFC untuk memindahkan venue laga melawan Indonesia pada leg kedua Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Permohonan ini menyusul kegaduhan yang terjadi usai laga keduanya yang berakhir imbang 2-2. Laga tersebut diwarnai dengan keputusan kontroversial wasit.

Suporter Indonesia kemudian meluapkan kekecewaan terhadap Bahrain melalui dunia maya.

Baca Juga : Kebijakan Zonasi Harga Beras, Pengamat: Pemerintah Tunjukkan Diskriminasi Kebutuhan Pokok

Serangan tersebut kemudian membuat Federasi Sepak Bola Bahrain khawatir terhadap keselamatan pemainnya, kemudian berujung pada permohonan pemindahan venue ke tempat netral di luar Indonesia.

Gita Suwondo menilai sikap yang diambil Bahrain hanya upaya untuk membalas serangan mental dari suporter Indonesia.

Menurut dia, permohonan tersebut sebetulnya hanya kekhawatiran yang tidak memiliki dasar yang kuat. 

Baca Juga : Tanpa Lionel Messi, Argentina Petik Kemenangan Meyakinkan 2-0 Atas Honduras

"Kalau sampai ada kejadian seperti kasus Libya menelantarkan Nigeria, baru Bahrain disetujui permintaannya," kata pria yang biasa disapa Bung Gaz itu.

"Saya bilang sih ini psywar-nya Bahrain," imbuhnya.

Untuk itu, ia pun meminta supaya semua pihak tidak terpancing, khususnya suporter.

Baca Juga : Raih Kemenangan, Pelatih Malaysia Sebut Timnya Masih Banyak Kelemahan

Jangan sampai ini memancing gelombang teror yang lebih besar yang justru meyakinkan FIFA dan AFC untuk mengabulkan permohonan Bahrain.

"Tidak usah ditanggapi kecuali AFC dan FIFA menyetujui. Federasi kita berhak counter," ucap Gita Suwondo.

"Di sisi lain ya menurut saya fans atau netizen jarinya dijaga.Tidak sedikit-sedikit menghina dan mau menyerang situs orang," tuturnya.

Baca Juga : Dukung Piala AFF U19 di Sumut, RS Adam Malik Siagakan Tim Medis dan jadi Rujukan Utama

"Itu membuat orang atau lawan jadinya punya senjata untuk mengadu," katanya.

Laga antara Indonesia vs Bahrain pada Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia akan dilaksanakan pada 25 Maret 2025.