Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensat), menilai penulisan ulang sejarah yang saat ini tengah dilakukan Menteri Kebudayaan Fadli Zon berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan dan mengaburkan makna sejarah.
Baca Juga: Polemik Penulisan Ulang Sejarah, Komisi X akan Panggil Menteri Kebudayaan
Hensat berpandangan, berbagai kontroversi yang muncul di tengah proses revisi menunjukkan publik tidak siap menerima perubahan narasi sejarah yang belum sepenuhnya transparan.
“Penulisan revisi sejarah yang saat ini sedang dilakukan sebaiknya dihentikan sementara hingga prosesnya lebih baik dan dipercaya publik,” katanya, Selasa (24/6/2025).
Menurut pendiri lembaga survei KedaiKOPI itu, sejarah bukan sekadar kumpulan data masa lalu, tetapi juga refleksi jujur dari perjalanan bangsa yang menyangkut memori kolektif rakyat.
Baca Juga: Kasat Pol PP Tapteng Tantang Wartawan Jumpa di Kantor Polisi, Soal Berita Bertemu Humas PT DMS
Oleh karena itu, setiap upaya perombakan narasi sejarah harus dilakukan dengan hati-hati, terbuka, dan melibatkan sebanyak mungkin kalangan mulai dari sejarawan, akademisi, hingga masyarakat sipil.
“Dengan berbagai kontroversi yang muncul saat ini, apapun hasilnya akan kehilangan kredibilitas sebagai sebuah tulisan sejarah,” tegasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
