Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Polda Sumut: 45.413 Kejadian Kejahatan Terjadi di Sumut Sepanjang Tahun 2023

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi memberikan pemaparan refleksi akhir tahun 2023 di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Jumat (29/12/2023). (Foto: Nusantaraterkini.co)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Polda Sumut: 45.413 Kejadian Kejahatan Terjadi di Sumut Sepanjang Tahun 2023

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Polda Sumatera Utara (Sumut) mencatat, sebanyak 45.413 kejadian kejahatan terjadi di Provinsi Sumut sepanjang tahun 2023.

Baca Juga : Kinerja Satreskrim Polres Binjai Disorot, Penangan Kasus Penganiayaan Oknum Polisi Diduga Ada Kejanggalan

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi saat menyampaikan refleksi akhir tahun Polda Sumut di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Jumat (29/12/2023).

Baca Juga : Ops Antik Toba 2026: Polres Padangsidimpuan Tangkap 16 Tersangka Narkoba

"Jumlah laporan polisi yang kami terima pada tahun 2023 sebanyak 45.413 baik Polsek, Polres dan Polda," ungkapnya.

Agung menjelaskan, dari perhitungan yang dilakukan, secara statistik selang waktu kriminalitas di Sumut berlangsung dalam delapan menit 30 detik. Artinya, sebut Agung, dalam waktu tersebut ada suatu hal potensi terjadinya gangguan Kamtibmas.

Baca Juga : Polda Sumsel Musnahkan Narkoba Senilai Rp2,85 Miliar Hasil Sitaan Mei 2026

"Tentu ini menjadi PR (Pekerja rumah) bagi kita," katanya.

Baca Juga : Tim Elang Musi Ringkus Pengedar Sabu Beserta 16 Paket Barang Bukti

Namun begitu, Agung juga menyampaikan, dari jumlah laporan tersebut, sebanyak 70,6 persen atau 32.074 kejadian tindak pidana berhasil diselesaikan oleh kepolisian.

"Untuk jumlah pelaku kejahatan yang berhasil ditahan ada sebanyak 11.251 orang," jelasnya.

Baca Juga : 23 Orang Jendral yang Sudah Menjadi Kapolda di Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro Terlama

Sementara itu, untuk korban kejahatan, Agung menyebutkan, sebanyak 63,36 persennya adalah laki-laki dan perempuan sebanyak 36,64 persen. Sedangkan dari jumlah penduduk Sumut, yang mengalami tindak kejahatan, sebanyak 50.835 orang atau hanya 0,03 persen.

Baca Juga : Kunjungi Polda Sumut, Pj Gubernur Sumut Bahas Persiapan PON hingga Pilkada 2024

"Untuk pelaku kejahatan, masyarakat terdidik cenderung lebih sedikit yang melakukan kejahatan. Persentasenya hanya sekitar 0,92 persen," terangnya.

Agung menuturkan, dalam enam bulan terakhir jumlah kejahatan di Sumut cenderung mengalami penurunan sebesar 22,37 persen. Dalam waktu ini, sebut dia, merupakan proses masa tugasnya sebagai Kapolda Sumut.

"Sebagai Kapolda, bersama PJU, saya merumuskan bagaimana mengendalikan suatu kondisi Kamtibmas yang lebih baik. Untuk itu kita ambil langkah-langkah survei dan kajian pada lima bulan lalu, dan kita temukan sumber kejahatan adalah narkoba," tegasnya.

Untuk itu, tambahnya, pemberantasan narkoba akan menjadi kegiatan rutin dan masif dilakukan oleh Polda Sumut. Sebab, imbuh dia, banyaknya orang yang terlibat, karakteristik jaringan yang sedemikan terorganisir maka pemberantasan perlu dilakukan secara terus menerus.

(zie/Nusantaraterkini.co)