Nusantaraterkini.co, TOKYO - Populasi anak-anak berusia di bawah 15 tahun di Jepang menyusut menjadi sekitar 13,29 juta per 1 April tahun ini atau turun 350.000 dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai rekor terendah, demikian menurut data pemerintah yang dirilis sehari sebelum Hari Anak Nasional Jepang, pada Senin (4/5/2026).
Penurunan angka populasi anak terus terjadi selama 45 tahun berturut-turut meskipun pemerintah Jepang telah berupaya mengatasi penurunan angka kelahiran, termasuk dengan meningkatkan dukungan finansial bagi rumah tangga yang membesarkan anak.
Baca Juga : Disnaker Kota Medan Fasilitasi 1.017 Warga Bekerja ke Luar Negeri Periode Januari-Mei 2026
Rasio anak berusia di bawah 15 tahun terhadap total populasi turun 0,3 poin persentase dari tahun sebelumnya ke angka 10,8 persen, juga merupakan rekor terendah sejak data perhitungan tersedia pada tahun 1950, ungkap Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.
Baca Juga : Kemnaker Gandeng Prefektur Miyazaki, Perluas Peluang Penempatan Magang Teknis ke Jepang
Angka-angka tersebut, termasuk penduduk asing, dihitung berdasarkan estimasi populasi yang berasal dari sensus nasional yang dilakukan setiap lima tahun.
Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 6,81 juta anak laki-laki dan 6,48 juta anak perempuan, menunjukkan data tersebut. Menurut kelompok usia, terdapat 3,09 juta anak berusia 12-14 tahun, dan terdapat 2,13 juta anak berusia 0-2 tahun. Ini menunjukkan angka penurunan kelahiran yang masih berlanjut.
Baca Juga : Vietnam Loloskan UU Kependudukan Baru, Beri Insentif Cuti dan Finansial untuk Dorong Angka Kelahiran
Jumlah anak yang lahir di Jepang pada tahun 2025, termasuk warga negara asing, turun ke rekor terendah sebesar 705.809, menandai penurunan selama 10 tahun berturut-turut, sebutlah data awal yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang.
Baca Juga : Yunani Hadapi Penurunan Demografi akibat Rendahnya Angka Kelahiran dan Peningkatan Lansia
Jumlah populasi anak di Jepang terus menunjukkan tren menurun sejak tahun 1982, setelah mencapai puncaknya sebanyak 29,89 juta pada tahun 1954. Kelahiran ( baby boom ) kedua terjadi antara tahun 1971 hingga 1974.
Menurut survei Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilakukan pada berbagai waktu, Jepang menempati peringkat kedua terendah dalam hal proporsi anak di antara 38 negara berpenduduk 40 juta atau lebih, sementara Korea Selatan menempati peringkat pertama dengan proporsi 10,2 persen.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
