Nusantaraterkini.co, BRASIL - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama antarnegara dalam forum BRICS sebagai kunci menciptakan stabilitas dan kemakmuran global.
Hal tersebut disampaikan Prabowo pada hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu waktu setempat, (6/7/2025).
Baca Juga: Dapat Anggaran Rp 8,9 Triliun di 2026, Kejaksaan Minta Tambahan Rp 18,5 Triliun
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang turut mendampingi Prabowo dalam forum tersebut, menjelaskan Presiden telah menyampaikan pandangannya mengenai peran penting BRICS sebagai kekuatan penyeimbang dalam tatanan dunia yang terus berubah.
Mengutip RMOL.id, Prabowo disebut menggarisbawahi perlunya solidaritas antarnegara Global South guna mendorong terciptanya perdamaian dan kesejahteraan dunia.
“Presiden Prabowo optimistis dengan keikutsertaan Indonesia dalam BRICS akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global, serta menekankan pentingnya kerja sama antarnegara melalui forum seperti BRICS untuk mendukung stabilitas dan kemakmuran dunia,” kata Teddy dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut Seskab Teddy mengungkap inisiatif untuk masuk ke BRICS datang langsung dari Prabowo dan mendapatkan sambutan hangat dari negara-negara anggota.
"Masuknya Indonesia dalam keanggotaan BRICS merupakan inisiasi langsung dari Presiden Prabowo di tahun pertamanya menjadi Presiden Republik Indonesia, dan disambut baik oleh seluruh anggota BRICS. Indonesia pun diterima dengan cepat menjadi anggota ke-11 BRICS," paparnya.
Baca Juga: Pakar Menduga DPR Terganggu Imbas Putusan MK soal Pemilu Nasional-Daerah Dipisah
Dengan keanggotaan yang kini terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Etiopia, Iran, dan Indonesia, BRICS merepresentasikan 50 persen populasi dunia dan mencakup 35 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP) global.
(fer/nusantaraterkini.co)
