Nusantaraterkini.co, MEDAN - Aksi pencurian di rumah-rumah kosong yang dilakukan oleh sejumlah orang atau yang kerap disebut rayap besi kian marak terjadi di Kota Medan
Kali ini, aksi pencurian yang dilakukan kelompok rayap besi terjadi di Rumah Toko (Ruko) tak berpenghuni yang ada di kawasan Jalan Katamso Baru, Lingkungan VIII, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.
Nelly Susanti, Kepala Lingkungan VII, Kelurahan Aur, mengungkapkan bahwa aksi pencurian di lingkungannya sudah sangat meresahkan. Pelaku yang diduga merupakan orang-orang sekitar, dengan leluasa membongkar rumah kosong untuk mengambil kusen, pintu, besi, hingga kabel.
Baca Juga : Aksi “Rayap Besi” di Binjai Berakhir, Pelaku Ditangkap Polisi Saat Berada di Dalam Rumah
"Maling ini kan orang-orang sini juga. Sore beraksi lah orang itu. Kami dari pihak kelurahan dapat informasi langsung kejar dan juga menangkap pelaku rayap besi tersebut," ujar Nelly, Selasa (10/3/2026).
Namun, upaya penangkapan seringkali tidak berlanjut karena minimnya laporan dari korban. Warga yang rumahnya kemalingan justru enggan melapor ke pihak berwajib.
"Pokoknya warga sini pun yang punya rumah, kita himbaukan kalau memang ada maling, yang kena maling, mau melapor, lapor lah. Tapi warga ini nggak ada yang mau melapor. Padahal kalau orang itu mau melapor, kami tahu yang malingnya, tinggal kami tangkap aja," ungkapnya.
Baca Juga : Nekat Curi Lampu Traffic Light di Medan, Dua 'Rayap Besi' Diringkus Polsek Medan Barat
Menurut Nelly, barang-barang yang dicuri bervariasi, mulai dari kusen, pintu, besi-besi, hingga kabel instalasi listrik.
Target utama para pelaku adalah rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya.
"Itulah yang target orang itu. Rumah kosong, rumah yang gak ditempatinya lagi, orang yang gak ada," katanya.
Baca Juga : Pemko Medan Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya
Ia menjelaskan, dalam sehari pelaku bisa beraksi selama 2 hingga 3 jam dan berhasil mengangkut barang curian. Waktu beraksi pun tidak menentu, bisa siang, malam, bahkan pagi hari.
Pihak kelurahan sebenarnya sudah berupaya melakukan kontrol rutin. Namun, keterbatasan akses dan minimnya laporan dari warga membuat upaya pencegahan menjadi sulit.
"Ya kami sering kontrol, tapi kebobolan juga. Malingnya itu beraksi di dalam. Kalau di luar kita kan nggak tahu, tapi kan aman tuh depan itu kan. Tapi masuknya dari belakang," lanjut Nelly.
Baca Juga : Pemko Medan Kumpulkan 20 Ton Sampah Saat Gotong Royong Peringati Hari Lingkungan Hidup
Modus pelaku, menurutnya, bermula dari satu rumah kosong yang dibobol dengan cara membuat lubang pada pagar atau dinding. Dari situ, pelaku kemudian masuk dan mengambil barang-barang berharga.
"Pas kita gerebek, dari situ kita tahu ada lubang menghubung dari sini ke sini," tambahnya.
Kondisi ini diperparah dengan sikap warga yang lebih memilih diam meski menjadi korban. Beberapa warga bahkan memilih pindah karena merasa tidak aman.
"Sebagian masih ada yang bertempat tinggal. Tapi karena takut, berpindahan semua. Ini dulu ada tinggal. Karena sekarang banyak maling-maling, pindah orang itu," jelasnya.
Ia memperkirakan ada sekitar 8 orang pelaku yang tergabung dalam komplotan tersebut. Aksi pencurian di kawasan ini mulai marak dalam tiga tahun terakhir.
"Udah 8 tahun aja, 3 tahun belakang ini baru maraknya. Maraknya 3 tahun ini lah," sebutnya.
Nelly pun menyampaikan harapan warga kepada kepolisian agar lebih responsif.
"Harapan saya, polisian tanggaplah, bosan di sini, kami kan ada terlalu banyak kali maling di sini. Kalau kami telepon, kemarilah cepat gitu. Datanglah kemari walaupun tidak menangkap, setidaknya hanya melihat saja. Jadi para komplotan maling tahu kalau kawasan kita ini sudah dalam perhatian kepolisian dan mereka tidak melakukan aksinya lagi," ucapnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan mengecek lokasi yang menjadi sasaran rayap besi.
"Kita akan mengecek ya," pungkas Iptu Poltak Tambunan.
(Cw4/Nusantaraterkini.co).
