Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Satu Keluarga Wartawan Tewas Terbakar di Karo Dimakamkan Berdampingan

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana pemakaman korban kebakaran di Karo
Ukuran Huruf
A A Sedang

nusantaraterkini.co, KARO - Kesedihan tanpak terlihat jelas dari raut wajah sejumlah pelayat, mulai dari pihak keluarga, tetangga serta rekan awak media, yang merupakan teman kerja korban kebakaran satu keluarga Rico Sempurna Pasaribu, yang terjadi pada Kamis (27/6/2024) dini hari kemarin.

Rico Sempurna Pasaribu (47) istri Elfrida Ginting (48) anak Sudi Investi Pasaribu (12) dan cucu Loin Situngkir (3) di makamkan berdampingan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Salit, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Jumat (28/6/2024).

Isak tangis semakin pecah disaat peti korban satu keluarga mulai dimasukan, usai di autopsi pihak Rumah Sakit Bhayangkara Medan. 

Baca Juga : Kebakaran Kemayoran Disorot, Anggota Komisi II DPR Eka Widodo Minta Pemda Perkuat Sistem Pencegahan Dini

Ibu korban boru Harianja terlihat terus meraung raung, meratapi kepergian putra, menantu, cucu dan cicitnya. 

Adik korban, Liber Pasaribu mengungkapkan kepribadian abangnya yang tertutup sama pihak keluarga. Sangat jarang mau bercerita apa yang sedang dirasakannya, baik cerita keluarganya serta kerjaannya.

"Pihak keluarga hanya ingin, peristiwa yang menimpa satu keluarga abang kami ini dapat terungkap secara terang benderang. Agar isu - isu di masyarakat tidak menjadi berkembang, dengan adanya pra duga peristiwa kebakaran ini. Karena banyak beredar informasi, dan isu lainnya di lapangan soal penyebab dari kebakaran ini, yang sengaja dibakar lah karena sesuatu hal," pungkasnya.

Baca Juga : Ketua DPD PKS Pemalang Minta Pemkab Bangun Kios Darurat Usai Kebakaran

Salah satu rekan korban, O Ginting sangat terkejut atas peristiwa yang menimpa satu keluarga tersebut. Dimata O Ginting, Sempurna Pasaribu merupakan teman yang riang. Meski keras dalam berpendapat, tetapi dia juga dapat dan mau mengalah apa bila kita bisa menjatuhkan nada bicaranya. 

"Mungkin sebagian rezeki, yang kita berikan kepada pihak keluarga, bermanfaat untuk keperluan proses pemakaman, atau acara di rumah duka, tidak sepadan atas kepergian satu keluarga Sempurna Pasaribu, dialami ibunda tercintanya," pungkas O Ginting.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Keluarga Korban Kekerasan Oknum TNI di Medan Gugat UU Peradilan Militer ke MK