Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sempat Viral Terlantar di Kamboja, 14 Pekerja Migran Nonprosedural Asal Palembang Hari Ini Pulang ke Tanah Air

Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah pemuda asal Palembang yang terjebak di Kamboja. (foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Sebanyak 14 pekerja migran asal Palembang yang diduga menjadi korban penipuan kerja di Kamboja dijadwalkan tiba di Indonesia pada, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka sempat viral meminta bantuan pemulangan melalui media sosial akibat tekanan dan siksaan yang mereka alami.

"Sebanyak 14 orang dijadwalkan tiba hari ini, Senin 30 Maret 2026, sekitar pukul 11.00 WIB melalui perjalanan udara dari Phnom Penh menuju Jakarta dan dilanjutkan ke Palembang," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Sumsel, Indra Bangsawan.

Baca Juga : Disnaker Kota Medan Fasilitasi 1.017 Warga Bekerja ke Luar Negeri Periode Januari-Mei 2026

Para pekerja tersebut merupakan bagian dari 15 warga Palembang yang berangkat secara nonprosedural dengan iming-iming gaji besar, namun justru berakhir terlantar tanpa pekerjaan yang jelas. Kepulangan mereka difasilitasi oleh pemerintah daerah setelah video permohonan bantuan mereka yang ditujukan kepada tokoh daerah Sumatera Selatan beredar luas di platform Instagram.

Baca Juga : Sebanyak 13 ABK Indonesia Berhasil Dipulangkan dari Wilayah Konflik Iran

Pihak Disnakertrans Sumsel saat ini telah berada di Jakarta untuk menjemput para korban yang berasal dari berbagai wilayah di Palembang, seperti 7 Ulu, 3 Ulu, hingga 32 Ilir. Setibanya di Palembang, para pekerja migran ini akan langsung dipertemukan dengan anggota keluarga mereka untuk proses serah terima secara resmi.

"Para korban akan kita serah terimakan hari ini di kantor Gubernur Sumsel dengan pihak keluarga setelah melalui rangkaian proses administrasi pemulangan," jelasnya.

Baca Juga : Tekan Kasus Perdagangan Orang, Sumsel Aktifkan Gugus Tugas TPPO

Sebelumnya, para pria tersebut mengaku terjebak dalam jaringan perdagangan manusia dan sempat mengalami intimidasi selama berada di luar negeri.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Baca Juga : Sambut Kepulangan Suami dan Saudaranya usai Disekap 8 Bulan di Kamboja, Yuliana: Rasa Campur Aduk

"Tolong bantu kami, kami bekerja di bawah tekanan dan siksaan Pak, kami hanya ingin segera pulang ke Palembang," ucap salah satu korban dalam rekaman video yang menjadi dasar tindakan cepat pemerintah daerah tersebut.

Baca Juga : Dua Orang Meninggal Saat Kecelakaan Beruntun di Bawah LRT Cinde Palembang

 (Tia/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Polda Sumsel Ringkus 137 Tersangka Kasus 3C Selama Mei 2026