Nusantaraterkini.co, MEDAN - Suasana perpolitikan di Provinsi Sumatera Utara menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar kian memanas.
Setelah munculnya dua pasangan calon Ketua Golkar, yakni Musa Rajekshah atau Ijeck dan Hendri Yanto Sitorus.
Baca Juga : Saan Mustopa: NasDem Tetap Dukung Pemerintah hingga 2029
Ijeck didukung oleh 32 Kabupaten dan Kota se-Sumatera Utara. Sedangkan Hendri Yanto Sitorus hanya didukung 1 kabupaten, yakni DPD Golkar Labuhanbatu Utara.
Baca Juga : April M Rizaldi Ginting Resmi Pimpin PAN Pematangsiantar, Siap Perkuat Basis Partai
Menjelang pelaksanaan Musda, isu-isu mengadu domba dan saling menjatuhkan nama calon tak terlewatkan.
Seperti terbaru yang dilontarkan oleh Wakil Ketua Korbid Kepartaian DPD Golkar Sumut Zulchairi Pahlawan. Di sejumlah media online dan media sosial Zulchairi Pahlawan menyebut, Ijeck dapat dijatuhkan dari posisinya karena ada keputusan DPP.
Baca Juga : Masinton Pasaribu Diduga Kangkangi Surat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri
Bahkan, Zulchairi Pahlawan menganggap sosok Ketua Golkar diduga harus tunduk kepada Gubernur Sumatera Utara.
Baca Juga : Oposisi Mandek, Prabowo Nyaman: Peta Pilpres 2029 Terlalu Sepi Lawan
Kemudian, Zulchairi Pahlawan berkhayal bahwa DPP sudah memberikan restu kepada Hendri Yanto Sitorus. Padahal, Zulchairi Pahlawan sendiri tak pernah berurusan dengan DPP Golkar.
Merespons hal ini, Staf Kantor DPD Golkar Sumut, Subur Hasibuan angkat bicara menyoal pernyataan Zulchairi Pahlawan.
Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Jadi Polemik, Golkar Pastikan Hak Rakyat Tetap Terjaga via DPRD
Subur mengkui hal ini biasa terjadi, sebab pasti ada barisan sakit hati dalam perpolitikan.
Baca Juga : DPD II Golkar Sumut Melawan Usai Ijeck Dicopot, Minta Bahlil Dicopot hingga Ancam Angkat Kaki
"Biasa ini terjadi namanya juga politik, pasti ada yang sakit hati, karena manusia itu tak lepas dari keserakahan. Pasti ada saja yang mencoba untuk serakah mencari nama," kata Subur kepada awak media di Medan, Kamis (12/6/2025).
Menurut Subur, Musa Rajekshah selama yang ia lihat adalah sosok pemimpin yang memiliki jiwa kedermawanan.
Tidak hanya itu, Ijeck sosok politikus yang piawai dalam menjalankan roda perpolitikan.
"Siapa sekarang ini yang tak kenal dengan Ketua Ijeck. Bahkan orang luar di Sumut ini sangat kenal dan mau mendekatkan diri kepada Ketua Ijeck. Bicara politik dan kedermawanan jangan diragukan lagi, tanya saja sama masyarakat di Sumatera Utara ini, bagaimana Ketua Ijeck," ungkap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Politik UISU ini.
Baginya, Zulchairi Pahlawan adalah salah satu barisan sakit hati, lantaran tak bisa mendapatkan apa yang diinginkan.
Bahkan, Zulchairi Pahlawan saja kalah dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2024 lalu, yang bertarung di DPRD Kota Medan.
"Sudah kalah, ini mau berkomentar miring pula tetang Ketua Ijeck, kan sudah luar biasa," ucap aktivis mahasiswa asal Tabagsel ini.
Walaupun Subur tak punya kekuatan di Golkar, tetapi ia bangga atas kehadiran Ijeck memimpin DPD Provinsi Sumatera Utara.
"Saya bangga dengan pak Ijeck. Beliau adalah sosok orang yang tak mungkin saya lupakan dalam kehidupan ini. Pak Ijeck harus melanjutkan kepemimpinannya di Golkar Sumut," harapnya.
Bagi para barisan sakit hati, Subur meminta untuk banyak bersabar dan mengingat bantuan apa yang telah pernah diberikan oleh Ijeck.
"Jangan karena mendapatkan keuntungan sesaat, kita jadi sanggup menjatuhkan orang yang juga pernah membantu dan mengisi hidup kita," sarannya.
(fer/nusantaraterkini.co)
