Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Prajurit TNI terus bekerja keras untuk membuka akses jalan ke sejumlah desa terisolir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Utara yang masih terisolir hingga saat ini.
Hal ini dikatakan Komandan Detasemen Zibang Kodam I Bukit Barisan, Mayor Czi Johan Sianturi di Hutanabolon, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga : Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Subianto Resmikan Museum dan Perpustakaan di Seskoad
"Ada 13 titik longsor dan membangun enam jembatan untuk menghidupkan akses dari Desa Hutanabolon ke Desa Sigiring-Giring yang masih terputus saat ini," katanya.
Baca Juga : HUT ke-74 Kopassus: KAI Sumut Beri Diskon Tiket hingga 50% untuk Anggota TNI
Selain Desa Sigiring-Giring, jelasnya, akses ini juga menghubungkan dengan Desa Sait Kalangan II dan Desa Sayur Manggita yang terisolir.
Tak hanya itu, sambungnya, ada enam jembatan yang dibangun baru dan sisanya jembatan permanen yang diperbaiki di lokasi ini.
Baca Juga : Bobby Nasution Siap Kolaborasi Sediakan Lahan demi Sukseskan 6.100 Unit KDKMP di Sumut
“Untuk enam jembatan saat ini kami mengerjakan jembatan keempat,” kata dia.
Baca Juga : Rico Waas Hadiri Silaturahmi Menko Polkam, Bahas Kondisi Sosial Sumut
Lebih lanjut, Johan mengatakan, ada 100 personel yang bekerja untuk membuka akses jalan, sehingga dapat dilalui kendaraan.
Pihaknya menargetkan jalur yang menghubungkan Desa Hutanabolon dengan Desa Sigiring-Giring dapat selesai sebelum bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Baca Juga : Kasum TNI Tinjau Rehabilitasi Pascabencana dan Serahkan Bantuan Air Bersih di Tapanuli
Dalam pengerjaan, tuturnya, pihaknya juga menurunkan tiga unit alat berat untuk membuka jalan dan memperbaiki jalur yang tertimbun batu dan material longsor.
Baca Juga : Tiga Bulan Gaji Tak Dibayar, Mantan Kepling Somasi Camat dan Lurah Di Tapteng
“Tantangan saat ini adalah cuaca hujan yang kerap terjadi di sore hari sehingga pekerjaan harus dihentikan terlebih dahulu,” tandasnya.
(*/nusantaraterkini.co)
