Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tolak Kenaikan Tarif Retribusi, Puluhan Pedagang Pasar Tavip Geruduk Kantor DPRD Binjai

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Puluhan pedagang Pasar Tavip Kota Binjai menggruduk Kantor DPRD Kota Binjai, Sumatera Utara, Kamis (8/8/2024).
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, BINJAI - Puluhan pedagang Pasar Tavip Kota Binjai menggruduk Kantor DPRD Kota Binjai, Sumatera Utara, Kamis (8/8/2024).

Pedagang yang kebanyakan emak-emak ini datang ke kantor DPRD Kota Binjai karena mereka merasa keberatan dengan kenaikan beberapa tarif retribusi yang dilakukan oleh Disperindag Kota Binjai.

Amatan wartawan, selama aksi berlangsung, beberapa pedagang membawa poster yang bertuliskan "Menolak kenaikan retribusi pajak".

Baca Juga : Alat Berat Sudah Disiagakan di Depan Mall Centre Point, Pemko Medan Ultimatum Ini dan Segera Bongkar!

Sedangkan itu, aksi yang dikawal pihak kepolisian dan Satpol PP sempat memanas.

Pasalnya pedagang mendesak agar masuk ke dalam gedung DPRD agar betemu dengan wakil mereka di sana.

Pedagang kesal, karena tak ada satu anggota dewan yang mau menemui mereka.

Baca Juga : Bobby Beber Potensi Tunggakan Centre Point ke Pemko di Atas Rp 250 M: Ada BPHTB, PBG, hingga dari Apartemen

Namun usaha pedagang untuk masuk ke dalam gedung, digagalkan pihak kepolisian dan Satpol PP.

"Kami dari pedagang di Pasar Tavip Binjai keberatan dengan kenaikan tarif-tarif yang dibuat sepihak," ujar Ratu Ginting pedagang pakaian di Pasar Tavip.

Lanjut Ratu, kenaikan tarif ini sebelumnya tidak ada diberitahu ke pedagang.

Baca Juga : Darmadi Durianto Kritik Rencana Pajak E-Commerce, Sebut Bisa Jadi Pukulan bagi UMKM

"Kami tidak diberitahu, kenaikannya pun beratus-ratus kali lipat," ucap Ratu.

"Contohnya, biasanya kami satu kios hanya bayar Rp 700. Nah sekarang dihitung permeter kiosnya, dan dikalikan Rp 500 permeter," sambungnya.

Tak hanya menolak kenaikan biaya retribusi Pasar Tavip, para pedagang juga menolak kenaikan biaya kebersihan.

Baca Juga : Masih Banyak PKL Berdagang di Trotoar Jalan Brigjen Katamso Medan, Ganggu Pejalan Kaki

"Kami juga meminta agar Pasar Tavip terawat dari banjir. Dan membuat lampu lorong yang tidak ada," ucap Ratu.

Sementara itu Ketua DPRD Binjai, Noor Sri Syah Alam Putra yang akhirnya menyambut kedatangan puluhan pedagang mengatakan, akan tampung aspirasi apa yang dikeluhkan masyarakat Kota Binjai termasuk para pedagang.

"Terkait retribusi pajak baru aja kemarin kami sahkan. Tapi sampai sekarang belum di eksaminasi. Jadi dalam hal ini kami minta kepada para pedagang, saya pastikan akan kita tinjau ulang," ujar pria yang kerap disapa Kires.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Harga Daging Lembu di Binjai Tembus Rp150 Ribu per Kg, Warga Tetap Serbu Pasar

Kires menambahkan, jika hari Senin (12/8/2024) DPRD Kota Binjai akan panggil Disperindag untuk mengkaji ulang kenaikan retribusi.

"Bagaimana nanti kalau pun naik, tidak memberatkan pedagang di Pasar Tavip Kota Binjai. Dan hasilnya mungkin kalau tidak Selasa-Rabu udah para pedagang dapatkan," tutup Kires. (rsy/nusantaraterkini.co)