Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (6/2/2026) mengatakan pemerintahannya akan menggelar pembicaraan lanjutan soal Iran pada awal pekan depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump beberapa jam setelah mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan Iran di Oman di tengah ketegangan yang tinggi.
Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon
"Kami juga telah melakukan pembicaraan yang sangat baik soal Iran," tutur Trump kepada para wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan ke klub pribadinya, Mar-a-Lago, di Florida untuk akhir pekan.
Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama
"Kami harus melihat seperti apa kesepakatan itu. Namun, menurut saya Iran tampaknya sangat ingin mencapai kesepakatan," kata Trump.
"Kami akan bertemu lagi awal pekan depan," tambahnya.
Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian
Sementara itu, Trump memperingatkan jika Iran gagal mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya, konsekuensinya sangat berat.
Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang
"Kami memiliki armada besar, dan kami memiliki armada besar yang sedang menuju ke arah sana, akan segera sampai. Jadi kita lihat saja bagaimana hasilnya," imbuh Trump.
Utusan khusus presiden AS Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, serta Komandan Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper turut bergabung dalam pembicaraan soal Iran di Oman pada Jumat, menurut laporan media setempat.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
