Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Trump Sesumbar Iran Menyerah dan Minta Maaf: Sebut Teheran Bukan Lagi Penguasa Timur Tengah

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlihat usai pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. (Foto: Xinhua/Peng Ziyang)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden AS, Donald Trump sesumbar mengklaim Iran akhirnya menyerah kepada negara-negara di Timur Tengah setelah digempur tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Lewat unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut permintaan maaf dan janji Iran untuk tidak lagi menembaki negara tetangga muncul setelah kampanye serangan yang dilakukan Washington bersama sekutu regionalnya. 

Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon

“Iran, yang sedang dihancurkan habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, serta berjanji tidak akan menembaki mereka lagi. Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel,” tulis tulis Trump, seperti dikutip dari Anadolu News via Rmol, Minggu (8/3/2026). 

Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama

Trump juga menilai ambisi Iran untuk mendominasi kawasan Timur Tengah kini telah dipatahkan. Dia mengklaim untuk pertama kalinya Iran mengalami kekalahan dari negara-negara di kawasan tersebut. 

“Mereka berupaya untuk mengambil alih dan memerintah Timur Tengah. Ini adalah pertama kalinya Iran kalah, dalam ribuan tahun, dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya,” katanya.

Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian

Dalam pernyataan itu, Trump turut melontarkan kritik keras terhadap Iran. 

Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang

“Iran bukan lagi 'Pengganggu Timur Tengah,' melainkan 'PIHAK YANG KALAH DI TIMUR TENGAH,' dan akan tetap demikian selama beberapa dekade hingga mereka menyerah atau, kemungkinan besar, runtuh sepenuhnya!” tulisnya. 

Trump bahkan memperingatkan kemungkinan serangan militer yang lebih dahsyat terhadap Iran. 

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi

“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras! Yang sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan menyebabkan kematian pasti, karena perilaku buruk Iran, adalah daerah dan kelompok orang yang sampai saat ini tidak dianggap sebagai sasaran," pungkasnya. 

(*/nusantaraterkini.co)