Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ultimatum Trump ke Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Pusat Energi Dihancurkan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: dok X/@jacksonhinklle)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berjanji akan menyerang fasilitas energi Iran jika negara itu tidak segera membuka Selat Hormuz dalam 24 jam. 

Hal itu disampaikannya dalam unggahan di Truth Social. 

Baca Juga : Trump Sebut Netanyahu “Gila”, Telepon Panas Picu Ketegangan AS-Israel soal Konflik Lebanon

"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa ancaman dalam waktu 48 jam sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu," tegas Trump, seperti dikutip dari Politico via RMOL, Minggu (22/3/2026).

Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama

Menjawab itu, Iran pu segera merespons dengan peringatan balasan. Dalam pernyataan yang dikutip Tasnim News Agency, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia menegaskan, jika setiap serangan terhadap infrastruktur energi Iran akan dibalas dengan menargetkan fasilitas milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

“Jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang oleh musuh, maka seluruh infrastruktur energi, teknologi informasi, dan fasilitas desalinasi milik AS dan Israel di kawasan akan menjadi target,” demikian pernyataan tersebut.

Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian

Eskalasi ketegangan ini terjadi setelah pemerintah Inggris mengonfirmasi adanya serangan Iran yang gagal terhadap pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia. 

Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang

Menurut laporan Mehr News Agency, Teheran menembakkan dua rudal balistik jarak menengah ke arah pangkalan tersebut, namun tidak mengenai sasaran.

Di sisi lain, militer Israel menyebut Iran memiliki rudal dengan jangkauan sekitar 4.000 kilometer yang mampu menjangkau kota-kota besar Eropa seperti London, Paris, dan Berlin. 

Baca Juga : Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak, Ketidakpastian Konflik Iran Picu Kekhawatiran Pasar

(*/nusantaraterkini.co)