Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Video Aksi Rombongan PT Pusri Berhenti di Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik Menuai Kecaman

Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Uploadtan foto yang sempat diunggah namun dihapus oleh pihak PT Pusri Palembang di akun instagram resminya @pusripalembang. (foto: istimewa)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Rombongan Dewan Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) memicu kontroversi di media sosial. Hal ini dikarenakan video viral yang memperlihatkan mereka berhenti untuk berfoto di tikungan tajam dan ekstrem Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, Minggu (12/4/2026).

Aksi yang terekam dalam unggahan akun Instagram @palembangterkini tersebut menjadi sorotan publik. Pasalnya, dilakukan di jalur rawan kecelakaan yang merupakan titik maut bagi kendaraan besar seperti truk tronton.

Baca Juga : Jalur Padang-Solok Dibuka Lagi Pasca Ditutup karena Longsor di Sitinjau Lauik

Rombongan petinggi perusahaan tersebut terlihat berhenti di titik sempit dengan jarak pandang terbatas di jalur Padang-Solok. Bahkan dengan pengawalan dari petugas Polantas.

Baca Juga : Dua Preman Penganiaya Ibu Hamil di Deliserdang Ditangkap, Begini Kronologinya

Kehadiran sejumlah tokoh mentereng, termasuk mantan anggota DPR RI dari fraksi PDI-P, Arteria Dahlan dalam rombongan itu memicu perdebatan panas di kalangan netizen. Netizen menyayangkan kurangnya empati serta pengabaian aspek keselamatan di jalan raya.

Sontak, aksi di dalam video tersebut menuai banyak kecaman dan dibanjiri ratusan komentar oleh nitizen. Sebab, banyak yang merasa geram melihat tindakan berbahaya yang mereka lakukan.

Baca Juga : Pakar Ragukan Keaslian Video Amien Rais yang Viral, Soroti Potensi Manipulasi AI

“Rombongan Arteria Dahlan ini, orang DPR,” tulis akun instagram @yuswati427 di kolom komentar.

"Kurang nantang gimana lagi nih pejabat di indo ?," tulis akun Instagram lainnya @antawahab4.

Kejadian ini dinilai kontradiktif dengan kampanye keselamatan jalan raya yang gencar disosialisasikan pemerintah, karena lokasi tersebut dikenal memiliki kombinasi tanjakan curam dan tikungan berbahaya.

“Wong tolol lagi kumpul, dikiro gampang apo bawak fuso/tronton pas nak naek tanjakan di sano, petugas PJR jugo dak ngerti apo,” tulis akun lainnya @nopriady08

Publik mengekspektasikan pejabat dan petinggi institusi besar dapat membawa budaya keselamatan kerja ke ruang publik, bukannya menciptakan risiko kecelakaan beruntun demi sebuah dokumentasi di lokasi berbahaya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)