Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Tewaskan 3 Orang, Spanyol Evakuasi Penumpang dengan Pengamanan Ketat

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapal Pesiar berbendera Belanda, MV Hondius. (Foto: dok)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pemerintah Spanyol bersiap mengevakuasi ratusan penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius setelah muncul wabah hantavirus yang menewaskan tiga orang di atas kapal tersebut. Kapal berbendera Belanda itu kini berada di perairan Kepulauan Canary dan dijadwalkan lego jangkar di dekat Pulau Tenerife, Minggu (10/5/2026).

MV Hondius sebelumnya melakukan pelayaran dari Amerika Selatan sebelum akhirnya dilaporkan menjadi lokasi penyebaran virus Andes, salah satu jenis hantavirus langka yang diketahui dapat menular antar manusia.

Tiga korban meninggal dunia terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan berkewarganegaraan Jerman. Selain itu, sejumlah penumpang lain juga dilaporkan terinfeksi setelah turun dari kapal sebelum wabah terdeteksi.

Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian

Otoritas Spanyol tidak mengizinkan kapal tersebut bersandar langsung di pelabuhan. Sebagai gantinya, proses evakuasi dilakukan di lepas pantai menggunakan pengamanan dan prosedur kesehatan yang ketat.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyebut seluruh penumpang dan awak akan dipindahkan secara bertahap menuju area isolasi sebelum diterbangkan ke negara masing-masing.

“Semua penumpang dan kru dalam jumlah terbatas akan diturunkan dan selanjutnya diterbangkan menggunakan pesawat yang tersedia,” tulis pihak operator.

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini telah mengonfirmasi enam kasus positif dari delapan suspek yang diperiksa. Meski begitu, WHO menilai risiko penyebaran ke masyarakat umum masih tergolong rendah.

Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, menegaskan bahwa situasi ini berbeda dengan pandemi Covid-19.

“Risikonya tetap sangat rendah. Ini bukan Covid baru,” ujarnya.

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas dalam Insiden Penembakan di Hebron, Israel Sebut Salah Identifikasi

Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan kotoran hewan pengerat yang terkontaminasi. Namun, virus Andes yang ditemukan dalam kasus di MV Hondius diketahui memiliki kemungkinan langka untuk menular antar manusia.

Kasus ini juga memicu kewaspadaan di sejumlah negara. Amerika Serikat dan Inggris bahkan telah menyiapkan pesawat khusus untuk mengevakuasi warga negaranya dari kapal tersebut.

Sebanyak 17 warga Amerika Serikat akan dibawa ke fasilitas karantina khusus di University of Nebraska Medical Center, yang sebelumnya digunakan dalam penanganan pasien Ebola dan awal pandemi Covid-19.

Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang

Sementara itu, otoritas kesehatan di berbagai negara kini tengah melakukan pelacakan kontak terhadap para penumpang yang sempat meninggalkan kapal sebelum wabah diketahui.

(Dra/nusantaraterkini.co)