Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri RUPS Tahunan Bank Sumut 2025: Pemegang Saham Sepakat Kejar Kategori KBMI 2

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Ridho Harahap
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 PT Bank Sumut (Foto: Diskominfo Pemko Pematangsiantar)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi ikut menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 PT Bank Sumut.

RUPS yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution berlangsung di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan, Senin (6/4/2026).

Baca Juga : Jadi Sponsor Utama AFF U19, Bank Sumut Dukung Lahirnya Bintang Sepak Bola Masa Depan Indonesia

Bobby memacu PT Bank Sumut (Perseroda) agar naik kelas. Bobby bersama pemegang saham lainnya sepakat kejar kelas Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2.

Baca Juga : Mulai Dibuka, Begini Alur dan Tata Cara Pembelian Tiket Resmi ASEAN U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026

KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Sampai saat ini, Bank Sumut masih di kategori KBMI I.

Sementara itu OJK berencana akan menghapus atau mengkonsolidasi bank-bank kategori KBMI 1 di 2029.

Baca Juga : Pemprov Sumut Usulkan Tiga Aset untuk Penyertaan Modal Bank Sumut

“Aturan OJK di 2029 untuk bank itu minimal Rp6 triliun, Rp6 triliun itu sudah masuk KBMI 2. Jadi, ini sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat, kita harus mengejar modal Rp6 triliun,” kata Bobby dalam keterangan, Selasa (7/4/2026). 

Saat ini, modal inti Bank Sumut mencapai Rp5,2 triliun dan masih membutuhkan Rp800 miliar untuk masuk kekategori KBMI 2. Untuk mencapai itu, pemegang saham (Pemprov Sumut dan kabupaten/kota) sepakat menyetorkan kembali 15% deviden 2025 sebagai modal di tahun 2026.

Selain deviden 15%, Pemprov Sumut juga menambahkan modal Rp100 miliar tahun ini, sedangkan Tapanuli Selatan sekitar Rp70 miliar. 

“Ada yang menanggarkan seperti Tapsel perencanaannya di 2025, dituangkan ke APBD akan menambahkan kurang lebih Rp70 miliar, termasuk 15% (deviden), dan kami dari Provinsi Sumut selain inbreng aset kemarin ada penambahan Rp100 miliar lagi,” katanya.

Bobby juga berharap besar kepada Bank Sumut agar tidak terlalu bergantung pada APBD. Salah satu caranya adalah memperbanyak produk yang bisa bersaing dengan bank-bank lainnya.

“Upaya yang kita harapkan tentu kita minta untuk dari sisi uangnya dulu, pihak ketiga jangan kemahalan yang kedua produknya harus banyak, jangan cuma mengandalkan APBD dan juga ASN,” kata Bobby.

(Rdo/nusantaraterkini.co)