Apple Berdarah-darah Karena China, Penjualan iPhone 15 Melemah
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Saham Apple terjun bebas hampir 3,6 persen pada Selasa (2/1/2024) dan mencatat pelemahan selama 7 pekan berturut-turut. Hal itupun menyusul penurunan peringkat saham Apple oleh firma broker Barclays.
Baca Juga : Dekati Deadline Investasi, Komisi VII DPR Minta Apple Tentukan Sikap
Sebagai informasi, pemeringkatan dari Barchlays cukup signifikan di mata investor. Menurut data LSEG, Barclays memiliki jumlah rekomendasi jual-beli saham terbanyak selama 2 tahun.
Baca Juga : iPhone 16 Dilarang Dijual, Airlangga: Kita Lihat TKDN
Barclays khawatir penjualan Apple akan terus melemah pada tahun 2024, baik untuk produk iPhone sampai Mac. Penjualan iPhone 15, dilansir dari laman CNBCIndonesia pada Rabu (3/1/2024) dinilai tak sesuai ekspektasi.
Apalagi, posisi Apple di China semakin terancam dengan bangkitnya pemain lokal seperti Huawei. Ditambah, ada isu pemerintahan Xi Jinping memperluas blokir iPhone di kalangan pemerintahan dan BUMN.
Baca Juga : Prof Didik J Rachbini: Perkuat Perdagangan, Jangan Meninggalkan Jepang
“Penjualan iPhone 15 loyo, dan kami percaya iPhone 16 akan sama saja,” kata analis Barclays Tim Long dalam laporannya.
Baca Juga : Piala Asia Wanita 2026: Empat Negara Kunci Tiket Semifinal dan Pastikan Lolos ke Piala Dunia 2027
Long mendapatkan ranting 4 dari 5 bintang untuk akurasi rekomendasinya terkait bisnis Apple, menurut data LSEG. Lebih lanjut, Long juga memberikan peringatan soal bisnis layanan Apple, seperti App Store, yang mendapatkan tekanan dari beberapa negara termasuk AS sepanjang 2023.
Kemerosotan saham pada hari Selasa menghapus lebih dari $100 miliar kapitalisasi pasar Apple dan sahamnya ditutup pada $185,64. Barclays menurunkan peringkat sahamnya menjadi “underweight” dari “netral” dan memangkas target harga 12 bulannya dari $161 menjadi $160.
Padahal bisnis layanan Apple merupakan satu penopang. Pertumbuhannya sudah mengalahkan bisnis perangkat Apple selama beberapa tahun belakang dan kini menyumbang seperempat dari pendapatan total raksasa Cupertino.
(Akb/nusantaraterkini.co)
