Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Menlu Iran Sebut Eropa Tak Lagi Relevan dalam Perundingan Nuklir, Pilih Mitra Asia

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
Bagikan:
WhatsApp Facebook X Instagram TikTok YouTube Telegram
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 9 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan Kota Teheran di Iran. (Foto: Xinhua/Shadati)
Ukuran Huruf
A A Sedang

Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Seyed Abbas Araghchi pada Sabtu (14/2/2026) mengecam pendekatan permusuhan Eropa terhadap Teheran, seraya mengatakan bahwa Eropa, yang pernah menjadi interlokutor penting dalam perundingan nuklir, kini telah digantikan oleh mitra-mitra Iran di Asia Barat yang dinilai efektif dan membantu.

"Kemunduran ini, dengan penampilan lebih diutamakan daripada substansi, membawa pesan-pesan penting," tulis Araghchi di platform media sosial X.

Baca Juga : Iran Bantah Rumor Transfer Uranium ke Negara Ketiga di Tengah Proses Perdamaian

Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan Uni Eropa (UE) tidak mampu memahami apa yang terjadi di Iran dan secara strategis kehilangan bobot geopolitiknya di kawasan Asia Barat.

Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang

Araghchi mengungkapkan kelumpuhan dan ketidakrelevanan UE serta negara-negara E3, yaitu Prancis, Inggris, dan Jerman, terlihat jelas dalam dinamika perundingan nuklir AS-Iran saat ini.

"Dulu merupakan interlokutor penting, Eropa kini tidak lagi terlihat. Sebaliknya, mitra-mitra kami di kawasan justru jauh lebih efektif dan membantu daripada E3 yang datang dengan tangan kosong dan kehilangan pengaruh," katanya.

Baca Juga : AS dan Iran Sepakati Pembukaan Selat Hormuz: Aset Rp212 Triliun Segera Dicairkan

Pada 29 Januari, UE memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Iran's Islamic Revolution Guards Corps/IRGC) ke dalam daftar teroris blok tersebut, sebuah keputusan yang kemudian dikecam keras oleh Iran pada hari yang sama sebagai langkah "permusuhan dan provokatif."

Baca Juga : Menlu Iran: Serangan AS-Israel Rusak 600 Sekolah dan Tewaskan 1.000 Siswa-Guru

(*/nusantaraterkini.co)